oleh

A.SYUKRI HOLIL M.si.MANTAN DPRD OKU.2004 /2009.ANALISIS RENUNGAN DALAM HITUNGAN KOKO PILKADA OKU

SIAPAKAH PENDUKUNG DAN YG AKAN MEMILIH KOKO DI OKU ? (SEBUAH ANALISA).

Salam Demokrasi!!

Pilkada yg diikuti KOKO adalah pengalaman baru bg masy. OKU. Tdk heran jk saat ini muncul bbgai pertanyaan. Diantaranya adalah tt siapa yg akan memilih KOKO dan sebanyak apa?

Saya akan melakukan analisis sederhana terhadap siapa saja yg potensial mendukung KOKO. Analisa saya ini menggunakan Dasar Riset Malik (2018) yg membagi pemilih ke dalam 3 kategori dan telah dikembangkan menjadi 4 tipologi atau 4 jenis oleh (Eikmal ,2020) yaitu.

1. PENDUKUNG RASIONAL.
Pendukung yang rasional akan menjadi pemilih yang cerdas. Mereka punya nalar argumentatif terhadap alasan mendukung. Tidak emosional.

Pendukung rasional lebih objektif, mengedepankan diskusi aktif dan terbuka, disertai data, dalam menentukan kandidat mana yang akan didukung.

Orientasinya lebih kepada “menginginkan perubahan” dan “policy-problem-solving” (berorientasi kebijakan dan jalan keluar dari semua problem).
Track record kandidat, dan analisis kemampuan kandidat me’manage’ sumberdaya lebih dikedepankan.

Mereka umumnya tidak mudah menentukan dukungan, tetapi apabila sudah yakin, tak akan ragu untuk berjuang dan memberikan dukungannya.
Mereka bersikap biasa-biasa saja, tidak kelihatan terlalu ‘ngotot’. (Memang begitulah ciri orang-orang cerdas).

Di kelompok ini adalah bagian terbesar pendukung KOKO berada, mungkin lebih dari setengahnya. Di OKU mereka, umumnya terdiri dari anak2 muda (pria/wanita) , para cendikia (kecuali yg sdh masuk angin), para aktivis ormas, LSM, Organisasi (yg bukan abal2), orang2 swasta, pengusaha, para pedagang besar dan kecil yg mandiri tdk tergantung pd pemerintah. Para pekerja perusahaan swasta non pemerintah, ASN yg cerdas rasional, para petani yg maju cara berpikirnya, ibu-ibu RT yg peduli, para mahasiswa yg sadar akan Tri Dharma. Para Ulama, ustadz dan kiayi panutan umat, para keluarga TNI/POLRI yg mencintai daerah ini, para pensiunan yg punya rasa peduli, para pendukung dan pengurus partai yg teruji idealismenya, dan yg lain yg sudah tercerahkan. Mereka inilah yg banyak mendukung KOKO.

BACA JUGA =  DIDUGA KEMENAG PROVINSI SUMSELJUAL BELI JABATAN

2. PENDUKUNG EMOSIONAL.
Pendukung emosional umumnya mendukung karena pertemanan, atau kekerabatan atau karena kesamaan ideologi. Pendukung emosional ini, biasanya mendukung dengan membabi buta. Kehilangan objektifitas, dan mudah tersinggung kalau dukungannya dikritisi.

Bahkan pendukung emosional ini mudah terpancing untuk men-justifikasi lawan. Dia tidak akan pernah menerima kekurangan kandidat dukungannya, sekalipun itu fakta.

Hati-hati berdiskusi dg pendukung seperti ini, bisa berakibat adu mulut, bahkan bentrok fisik.
Biasanya yg emosional ini memang tidak terlalu didukung oleh nalar dan pemahaman demokrasi yg baik.

Pendukung KOKO jenis ini ada, tapi jumlahnya tidak banyak, bisa di lihat pada perdebatan di medsos dan di warung 2 kopi. Pendukung KOKO kebanyakan berbicara argumentative berdasar fakta dan data, tidak seperti misalnya tetangga sebelah yg selalu menghindar jika di ajak adu data dan fakta dan sering melakukan logical fallacy seperti “kill the mesengger, jika diajak adu argumen dan data eh dia menyerang pribadi sang pembicara. Sudah pasti pendukung jenis ini sebagian besar ada di kelompok petahana/calon tunggal karena jika dinilai dari proses terjadinya calon tunggal di OKU yg semua tahu telah terjadi dengan secara machiavelist atau menghalalkan segala cara maka bisa dimaklumi karena kata orang bijak sifat dan sikap pendukung bisa diukur melalui sifat dan sikap yg didukung, biasanya orang yg punya kesamaan akan berkumpul sesamanya. Apakah anda di antaranya??

3. PENDUKUNG TRADISIONAL.
Pendukung seperti ini biasanya lebih mengedepankan tradisi kekeluargaan. Tetapi tidak berlebihan dan tidak emosional. Mereka cenderung mencari kesamaan tradisi, kesamaan interaksi sosial. Walaupun memberi dukungan tidak dengan pertimbangan objektif, tidak dg analisis yg cerdas, mereka umumnya mendukung tidak juga membabi-buta.
Salah satu faktor dominan mereka ada di garis tradisional biasanya karena keterbatasan pendidikan, pergaulan dan wawasan.

Kelompok ini terbagi secara seimbang antara KOKO dan Calon tunggal, jika merujuk ke data demografi kependudukan OKU berdasarkan suku maka bisa dikatakan masyarakat OKU sudah beragam atau majemuk, suku Ogan banyak tapi secara social budaya tidaklah begitu seragam, misalnya bahasa Ogan bagian Ulu sedikit berbeda dgn yg di tengah/kota maupun yg di Hilir atau Ulak, suku Jawa tidak juga kalah banyaknya, belum lagi suku daya, dan suku pendatang lainnya, sunda, Bali, suku tionghwa, suku Palembang, Komering, batak, minang, melayu dll.
Hal di atas membuat isu2 atau sentimen kesukuan menjadi tidak mengena (relevan). Sehingga sulit diprediksi kemana bagian terbesar tipe ini akan mendukung, tetapi dengan gencarnya Informasi ttg KOKO dan rekam jejak petahana yg miskin prestasi (selain yg mereka lihat dan rasakan langsung sendiri) kelompok ini akan bertransformasi menjadi Pemilih cerdas, penulis berkeyakinan kelompok ini sebagian besar akan berada di sisi KOKO.

BACA JUGA =  Setdah Oku laksanakan Jum'at bersih

4. PENDUKUNG TRANSAKSIONAL.
Kelompok ini, hanya akan mendukung apabila mendapatkan keuntungan secara langsung. Biasanya “ada uang ada barang”.
Bisa berbentuk kemudahan dalam usaha, dapat borongan atau paket proyek, bisa juga karena sudah menerima “saweran”, atau bisa juga rutin makan bersama atau menerima oleh2. Bisa juga dalam bentuk pulsa atau kuota internet.

Mereka sering tampil ‘riang gembira’ ketika sudah ada yg ‘didapatkan’. Tetapi tidak terlalu ‘ngotot’ dan tidak terlalu beresiko diajak berdiskusi.

Kelompok ini ngeri-ngeri sedap, hehehe. Nuraninya sudah tertutup, akalnyapun kurang berfungsi, ajaran agama/iman pun di kesampingkan. Bagi mereka yg dipikirkan hanya kepentingan sesaat, mereka tidak peduli mau di bawa kemana OKU ini. Walau ada ancaman HARAM menerima sogok/money politik (MUI 2017)walau ada ancaman hukuman kurungan pidana jika tertangkap (UU Pilkada, dan KUHP).

TAPI bagi calon yang nihil prestasi, kelompok inilah yg jadi sasaran empuk untuk dibeli suaranya cukup dgn uang kecil, 100 atau 200 ribu rupiah cukup, atau sekedar oleh2, cindra mata, bahkan sekedar dikasih masker. Bagi mereka persetan dgn nasib ratusan ribu warga OKU, persetan dengan Hukum dan DOSA. Mereka boleh disebut pengikut setan iblis, terkutuk. Bagi calon yg banyak duit (entah dari mana) kelompok ini adalah kelompok yg paling diremehkan, karena dgn mudah bisa ditaklukkan dg uang receh, kemudian setelah menang kelompok ini tidak perlu diperhatikan.

BACA JUGA =  PENGAMBILAN SUMPAH PERANGKAT DESA ,DESA KARANG DAPO

Sudah bisa ditebak kemana arah dukungan kelompok makhluk terkutuk ini. Siapa kira2 yg mampu melakukan money politik, suap, jual beli suara? mungkinkah KOKO mampu melakukannya? Mustahil! Mustahil! karena KOKO adalah GERAKAN RAKYAT YANG MURNI BERJUANG UNTUK PERUBAHAN OKU JADI LEBIH BAIK. tapi tdk usah terlalu khawatir,.kelompok ini tidaklah begitu banyak dibanding kelompok lainnya. menurut survey yg murni kelompok ini hanya belasan persen saja. Karenanya Jika pun nanti terjadi money politik tidak demikian besar pengaruhnya, apalagi sesuai wataknya yg tidak bertanggungjawab kelompok ini mungkin akan membuat penyuap kecewa, karena nanti uang diambil dia datangpun tidak (Golput).

Jika disimpulkan dari analisa di atas kita dapat mengatakan sesungguhnya rakyat OKU akan memenangkan KOKO. Dgn syarat masyarakat OKU sudah tercerahkan, sehingga mereka tahu status KOKO secara yuridis SAH dan memiliki hak yg sama dgn calon dan rakyat menyadari bahwa memilih KOKO adalah bentuk perlawanan rakyat (yang tak takut akan tekanan atau ancaman siapapun) akan ketidakadilan penguasa, dan memilih KOKO adalah bentuk keinginan rakyat yg merindukan pemimpin harapan mereka bukan pemimpin egois tak peduli rakyat, yg hanya berbaik-baik ketika mau pilkada saja.

Karenanya hendaklah para relawan KOKO terus berjuang menggemakan KOKO dengan berbagai cara dan media. Kita berjuang untuk menjemput takdir Allah SWT. Tinggal terserah rakyat yg menentukan takdir mana yg akan dipilih, terus berada di jaman kegelapan atau menyongsong hari cerah bersama KOKO!

#SALAMKEDAULATANRAKYAT.
#TERUSGEMAKANKOKO

Tepian Ugan, Sept. 2020

Komentar

News Feed