oleh

A.Syukri Holil.M.si.Uraian catatan Besarnya ABPD dan Perbandingan

12  ALASAN MENANGNYA KOLOM KOSONG ATAU KOKO DI PILKADA OKU

Pertama KOKO itu secara yuridis SAH krn amanat UU no 16 / 2015 ttg pilkada. Artinya KOKO punya hak yg sama dgn Calon. Artinya relawan dan masy boleh mengajak orang agar mendukung KOKO dan akan dilindungi Hukum.

Kedua di OKU sbnrnya KOKO itu tdklah kosong krn KOKO di OKU mrpkn representasi atau perwakilan dari figur EDDY YUSUF-HELMAN yg kita tahu jg memiliki pendukung yg bahkan mungkin lbh besar dr petahana. Jd orang memilih KOKO sbnrnya bkn memilih KOKO semata tp adalah memilih Eddy Yusup-Helman, pendukung berharap jika KOKO menang dan diadakan pilkada lg EDDY YUSUP akan maju lg. Mrk pikir tdk apa2 lah agak memutar jln sdkt, KOKO dl menangkan, stlh diadakan pilkada lg barulah EDDY YUSUP yg akan memimpin OKU dibanding harus menderita lg slm 5 thn jk petahana yg menang.

Ketiga KOKO banyak memiliki relawan yg militan yg berjuang tanpa dibayar dan bukan untuk mengejar jabatan atau borongan/proyek tetapi mereka berjuang untuk kepentingan masyarakat banyak yg selama ini merasa tdk puas dan tidak mendapat perhatian yg selayaknya dari petahana. Bergabungnya Anak2 muda berpikir maju yg berjuang siangmalam tak kenal lelah. Jadi bg mereka memperjuangkan menangnya KOKO sama dengan membela HARGA DIRI mereka. Seringkali orang karena alasan HARGA DIRI rela rugi, rela menderita, bahkan rela kehilangan apapun..

Keempat  rekam jejak prestasi KOKO (EDDY YUSUF) di ingatan rakyat OKU sangat mengesankan, terpatri kuat sbg sosok seorang pemimpin yg dekat dgn rakyat dan terbukti mampu membangun OKU, dibandingkan dengan petahana yg minim prestasi (semua tahu dengan dana yg kecil dalam waktu 3 tahun saja Eddy Yusuf mampu berbuat banyak dan merata di OKU ( misalnya 7 jembatan, Islamic center,  dan….perhatian terhadap para guru, agama, olahraga dan…….dan…. terlalu banyak untuk ditulis di sini ), sementara petahana yg sdh menjabat selama 7 tahun dan Anggarannya 3 kali lipat lbh besar, hasilnya tidak dirasakan  oleh masyarakat kecil sbg contohnya pembangunan satu unit jembatan yg berlokasi di DESANYA SENDIRI (???) saja bertahun2 belum selesai, bahkan dalam beberapa hal lebih buruk misalnya infrastruktur jalan ke desa2..

BACA JUGA =  KADES WAYHELING DIDUGA TILAP DANA DESA

‌Kelima, EDDY YUSUP yang  akan memimpin langsung pemenangan KOKO sampai selesai, jadi KOKO tidak berjuang sendiri. Dari penyelidikan dan info yg kami terima banyak pula tokoh2 berpengaruh yg secara terbuka atau diam2 ikut memperkuat barisan KOKO, memberi dukungan baik moril maupun material, tokoh2 ini tadi kalau didepan pura2 dukung calon petahana tapi dibelakang mereka support KOKO. Ditambah para aktivis, akademisi, pemuka2 agama, tokoh olahraga, yg merasa sumpek dengan keadaan yg sekarang. Ini memperkuat moril para pendukung KOKO

Ketujuh, dalam proses penetapan calon bupati oleh partai yg terpusat oleh orang Jakarta, banyak yg tidak sesuai dgn aspirasi “orang2 partai” di tingkat bawah  mereka ini pasti kecewa dan mangkel, diyakini mereka akan bersimpati pada KOKO. Mereka mungkin tdk terang2an menolak, tapi… Hehehe.

Kedelapan, adanya media sosial sbg sarana transmisi informasi akan mempercepat sampainya informasi  pd masyarakat.,shg makin banyak yg sadar akan haknya dan sekaligus tahu akan keunggulan dan kelemahan antara petahana dan KOKO (Eddy yusup). Sesuai data dari facebook pemegang akun di Indonesia sebanyak 180 juta dan khusus di OKU diperkirakan sebanyak 200 ribu akun. Belum lagi WA grup dll. Sbg info grup pendukung KOKO anggotanya makin hari makin banyak, bahkan bisa mencapai puluhan ribu nantinya.

Kesembilan kehebohan calon tunggal ini telah menarik perhatian publik secara nasional, buktinya  sdh pernah dilakukan  semacam Webminar yg menghadirkan pembicara tk nasional seperti Jayadi Hanan. Sudah pula ada opini dari tokoh Formappi Lucius Karus yg menilai calon tunggal itu merusak demokrasi. Sudahlah tentu perhatian secara nasional ini  setidaknya akan sangat membantu mengurangi adanya praktek yg menyimpang yang MELANGGAR HUKUM dan ATURAN PILKADA seperti politik uang, kecurangan, penyalahgunaan jabatan baik ASN maupun KADES sampai ke RT yg sering berpihak pada petahana dan suka mengintimidasi rakyatnya sendiri (miris sekali), terutama kades yg sering lupa bahwa mereka itu dipilih rakyat dan bukanlah hadiah dari bupati sampai tega menekan dan memaksa rakyatnya sendiri . Selain itu relawan yg militan akan terus mengawasi, melaporkan dan MEMVIRALKAN jika terjadi hal2 tadi, supaya meluas secara nasional, agar tidak bisa ditutup2i lg.

BACA JUGA =  Drs.H kuryana Aziz hadir sensus penduduk secara Online

Kesepuluh Bagaimana tentang jika ada politik uang? Tentulah ada pengaruhnya, saya yakin tidak seberapa effektif untuk mempengaruhi, karena sudah terlalu dalam kekecewaan masyarakat kpd petahana ini,  mereka sdh merasakan akibat terbuai oleh janji manis. bahwa yg diperjuangan saat ini adalah HARGA DIRI SBG RAKYAT,  mereka tdk mau terlena lagi, akan panjang penderitaan  jika kita terbuai dgnm janji2 palsu, sdh cukup 7 tahun waktu untuk membuktikan jika memang punya niat membangun. Sekali ini merekalah  yg akan kecewa. Jangan2 nanti jika dikasih Uang, uangnya diambil, tapi tetap coblos KOKO. Selain itu di bulan2 depan ini program pemerintah pusat berupa bansos dan sbgnya akan disalurkan, tetapi tentu akan diawasi ketat oleh aparat hukum agar tidak terjadi penyalahgunaan. Bansos2 tadi setidaknya sedikit memperkuat daya tahan masyarakat thp politik uang.

Kesebelas, adanya status tersangka pada cawabup dan adanya pernyataan dari jubir KPK bahwa selambatnya sebelum pilkada berakhir, akan melanjutkan kasus yg tengah membelit para calon. Jika misalnya JA “ditarik” KPK sebelum tgl 9 atau setelahnya, masih bersediakah para pendukung JA untuk loyal penuh? Setidaknya walau tidak berhenti, pasti menurunkan kecepatan. Hal ini akan menguntungkan KOKO.

BACA JUGA =  Bupati Oku dan Wabup lepas pawai Idhul adha

Keduabelas, situasi wabah covid-19 ini juga turut mempersulit ruang gerak petahana untuk berkampanye, jumlah pertemuan dan peserta dibatasi dan harus menjalankan protokol kesehatan. Jika dilanggar beberapa kali maka calon dapat didiskualifikasi /dibatalkan. Ini akan menguntungkan KOKO, karena KOKO bergerak secara gerilya tak terpengaruh covid-19.

Ketigabelas, Pada pilkada 2015 sesuai data KPU, petahana mendapat dukungan 112 an ribu dari total 240an ribu mata pilih, berarti  ada 240 rb – 112 rb ada 128 ribu yg tidak memilihnya. Dengan rekam jejak petahana  yg diukur dr banyaknya keluhan ttg buruknya infrastruktur dll serta sikap pribadi yg dinilai jauh dari kriteria pemimpin idaman. Ditambah lagi dgn status calon wabup yg berstatus Tersangka kasus korupsi. Tampaknya dukungan  tadi akan sulit meningkat atau bertahan, kemungkinan besar sdh merosot jauh.
Bagaimana perhitungannya agar  KOKO menang ?
Sesuai info, DPT OKU saat ini 260 ribu, diduga karena calon tunggal  banyak yg akan Golput, paling yakin yg milih 70an persen berarti sejumlah 182 rb, jadi untuk menang harus peroleh suara sekitar 91 ribu (separuh plus satu)

Secara MATEMATIS apabila relawan KOKO berjumlah sampai 10   ribu yg bergerak secara militan karena HARGA DIRI tadi dan relawan ini melakukan operasi semut dgn masing2 mencari dukungan 10 orang maka akan potensial memperoleh suara sebanyak 10.000 dikali 10 yaitu : 100.000, seratus ribu suara.  jika dapat suara sebanyak itu, 100 ribu,  maka KOKO menang. RAKYAT menang. RAKYAT SENANG.

  1. #SALAM DEMOKRASI
    #RAKYATPEMEGANGKEDAULATAN.
    #JANGANGOLPUT

Komentar

News Feed