7 July, 2020
Banyuasin,Koran-one—
Pemerintah Kabupaten Banyuasin selalu mencari inovasi-inovasi baru dalam mengelola lahan pertanian. Salah satunya dengan mencanangkan optimalisasi lahan kosong yang tidak produktif menjadi lahan yang produktif disetiap wilayah yang ada di Kabupaten Banyuasin.
Hal ini dilakukan untuk menambah produksi beras Banyuasin yang saat ini sebagai Produsen beras Terbesar Nomor 4 di Indonesia dengan total produksi 519.684 ton/tahun berdasarkan data dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia.
Sebagai pilot proyek, Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Dinas Pertanian bekerja sama dengan Sahabat Tani di Desa Sejagung Kecamatan Rantau Bayur kedepan akan menggarap lahan tidur atau lahan tidak produktif seluas 1055 Hektar untuk dijadikan areal persawahan.
Tabur benih padi sebagai percontohan di Kecamatan Rantau Bayur ada 14 desa lagi yang sedang diusulkan untuk mendapatkan program OPLA ( Optimasi Lahan). Dan sebagai tabur beni perdana di lakukan Wabup H Slamet di Desa Sejagung Kecamatan Rantau Bayur, Selasa (7/7) hari ini.
Wabup Slamet berharap padi yang telah ditanam bisa besar dan hasilnya bisa dinikmati masyarakat sesuai dengan tujuan salah program Banyuasin Bangkit Adil Sejahtera yaitu Petani Bangkit.
“Saat ini Banyuasin Produsen beras terbesar no. 4 di Indonesia dengan adanya Inovasi-Inovasi desa ini kami harap Peringkat Banyuasin bisa naik Nomor 3, Nomor 2, Bahkan No.1”, harapnya.
Dalam Kesempatan ini juga Wakil Bupati H. Slamet Somosentono, SH melakukan Peletakan Batu pertama pembangunan Tiang Listrik Sel Surya sebanyak 6000 Lampu.
” Kami Pemerintah Kabupaten Banyuasin sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan PT.Imza Rizki Jaya, CV. Sapa Koja dan PT. Sandi Pratama Abadi yang telah memberikan bantuan 6000 lampu untuk desa yang ada di Kecamatan Rantau Bayur ini. Dan semuanya gratis dengan semangat BANYUASIN TERANG SUMSEL BENDERANG”, tutupnya.
Sementara itu itu Kepala Dinas Pertanian Zainuddin, SP., M. Si mengatakan Teknik yang dipakai di desa Sejagung ini Adalah TABELA (tabur benih langsung).
“Semoga dengan adanya teknik ini bisa mengatasi permasalahan banjir di Rantau Bayur, karena letak areal persawahan yang bersisian dengan sungai” Jelasnya.
Dijelaskan Zainudin, Kabupaten Banyuasin memiliki luas panen padi 208,598 hektar, sehingga produksi padi sebesar 905.846 ton GKG dan produksi beras sebesar 519.684 ton pada musi tanam 2019.
Potensi ini masih bisa ditingkatkan, luas lahan baku sawah 174.371 hektar dengan luas tanam 2019, 213.813 hektar terdiri dari lahan pasang surut 148.658 hektar, (IP100 90.151 ha, IP200 58.007 ha, IP300 36 ha), lahan rawa lembak 25.713 hektar (IP100 21.279 ha, IP200 2.562 ha).
Dengan luas panen 208.598 ha, total produksi 905.846 ton GKG atau setara beras 519.684 ton. Lokasi paling potensial terdapat di 15 kecamatan seperti Muara Telang 23.120 ha, Air Saleh 21.391 ha, Sumber Marga Telang 10.299 ha, Makartijaya 11.000 ha, Muara Sugihan 24.292 ha, Tanjung Lago 15.226 ha, Selat Penuguan 12.710 ha, dan Rantau Bayur 16.337 ha. Empat kecamatan potensial untuk dikembangkan Kecamatan Rantau Bayur, Rambutan, Tungkal Ilir dan Selat Penuguan.
” Target kedepan, luas tanam 213.813 hektar tahun 2019 dan tahun 2020 akan dapat tercapai seluas 263.368 hektar tahun 2020 sehingga luas panen dan produksi akan meningkat menjadi 1.309,598 ton GKG atau setara 750.399 ton untuk menjaga Lumbung Pangan Nasional, “terang mantan camat Air Saleh ini.
Maka Pemkab Banyuasin terus meningkatkan penggunaan benih bermutu, penyediaan pupuk yang cukup, penyediaan Alsin olah tanah modern, pengolahan tanah secara insentif dengan menggunakan Alsin TR4, penyediaan pestisida dan pengelolaan air dengan baik, memperbaiki saluran-saluran air, pintu-pintu air dan tanggul. Melakukan extensifikasi lahan produktif, peeluasan lahan produksi dengan pengembangan lahan sawah baru.
Kemudian menyediakan saran panen dan pasca panen yang modern seperti pengering gabah (Vertical Dryer) dan membangun RMU yang modern untuk menghasilkan beras berkualitas tinggi.
Turut Hadir dalam kegiatan
tersebut Dirut CV. Sapa Koja Bundavie, Kepala Dinas PMD Roni Utama, Camat Rantau Bayur Hazanul haq, PT. Sandi Pratama Abadi Subeno ( Agussalim).
Komentar