oleh

PROYEK PENINGKATAN JALAN COR BETON DIDUGA SARAT DIMARK UP

 

 

{KO}.Com.proyek peningkat jalan desa merbau kecamatan lubuk batang kabupten oku.sumber dana APBD oku tahun 2020.senilai Rp.5.878.622.714.proyek peningkatan jalan tersebut mempergunakan fisik cor beton.

 

Menurut keterangan Leo Nardo ketua DPC LSM Rakyat  Indonesia berdaya ( RIB ) oku, berdasarkan analisis dan Perhitungan perincian  menurut volume efektif jalan dengan harga material sesuai standard harga kabupaten oku ditemukan dugaan kekurangan volume bangunan sebesar Rp 2.4 M,bangunan jalan tersebut katagori diMark Up

BACA JUGA =  KAPOLDA SUMSEL LAKSANAKAN GIAT PELATIHAN FUNGSI POLRI

 

Selanjutnya masih menurut LSM RIB Permasalahan tersebut telah ditindaklanjuti Melalui surat klarifikasi ke dinas PU PR,dan sudah bertatap muka langsung dengan Pejabat Pembuat Kometmen ( PPK)nya yang bertanggung jawab dengan proyek peningkatan jalan cor beton SIMPANG DESA MERBAU.

 

Disayangkan RIB,sampai hari ini surat klarifikasi yang kami kirim diabaikan saja oleh pihak PU PR oku.karena sesuai undang undang NO 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi  publik (KIP). berarti publik punya hak mendapatkan informasi dari pihak manapun (pemerintah).namun tidak ada jawab tertulis atau secara lisan dari dinas PU PR OKU.

BACA JUGA =  TIGA PERSONIL BID HUMAS BERPRESTASI IKUT SELEKSI SIP TAHUN 2021

 

Lebih lanjut dikatakan leo nardo, bahwa pihak PU PR tidak tunduk dengan undang undang no 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan informasi publik (KIP), terkesan pihak PU PR seakan akan ada yang ditutupi terkait peningkatan jalan tersebut,dikatakan juga oleh leo hasil temuan ini akan kami laporkan ke pihak-pihak penegak hukum,sebab ada indikasi perbuatan sarat kecurangan,kami punya Rab proyek itu ungkapnya.

BACA JUGA =  DIDUGA KEPALA SDN 120 LAKUKAN PUNGLI

 

Ditempat terpisah media ini menghubungi PPKnya bernama Ujang melalui no hp.0822 5888 3xxx ,hpnya aktif tapi tidak diangkatnya,dan melalui pesan singkat  tidak juga diblsnya,Red***.S.ANTO*

 

 

Komentar

News Feed